Wabah pandemi hadir dan telah merubah segalanya, terlebih dalam
sektor kehidupan warga dan pola sosial masyarakat, banyak anak-anak
penduduk bumi kesulitan mengakses pendidikan, pemuda kehilangan kerja,
orang tua sulit mencari nafkah dan masih banyak fenomena memprihatinkan
yang terjadi di lapisan bumi ini. Jutaan penduduk bumi menjadi korban paparan
dan tularan pandemi ini dan sekian lama bencana berskala global menyelimuti
dunia dan siapa yang tahu hal ini akan berakhir, semua ini kembali kepada yang
Maha Berkehendak mengatur seluruh kehidupan.
Bala’ atau fitnah adalah konsekuensi kehidupan, artinya manusia yang
hidup di dunia harus mengalaminya. Allah berfirman dalam QS. Al-Mulk [67]
ayat 2: “(Allah) yang menciptakan mati dan hidup supaya dia menguji kalian
siapakah diantara kalian yang lebih baik amalnya. Allah Maha Perkasa lagi
Maha Pengampun”. Lantas pandemi ini merupakan sebuah ujian yang
diberikan Allah kepada kita agar kita senantiasa meminta perlindungan kepadaNya dan melihat sekian banyak korban yang meninggal lantaran pandemi
menjadi dorongan agar kita berusaha menjaga dari bahaya wabah ini.
Selain ayat di atas, Allah menekankan bahwa: “Sesungguhnya Kami
benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui (dalam kenyataan)
orang-orang yang berjihad dan bersabar diantara kamu, dan agar kami
menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu”. (QS. Muhammad [47]: 31).
Dikala manusia sedang dirundung ujian maka hal yang tepat dilakukan
adalah berdoa dan bersabarlah. Allah berfirman, “...Dan Allah menyukai orangorang yang sabar” (Qs. Ali Imran [3]: 146). Sabar merupakan sikap ‘terbaik’
untuk merespon fenomena yang terjadi belakangan ini serta memohonlah
kepada Allah dengan sebaik-baik permohonan. Kemudian Alquran
mengingatkan, “Demi waktu, sesungguhnya (semua) manusia (yang mukallaf yakni yang mendapat beban perintah keagamaan) benar-benar dalam (wadah)
kerugian (dan kebinasaan besar). Kecuali orang-orang yang beriman
mengerjakan amal saleh serta saling berwasiat tentang kebenaran dan saling
berwasiat tentang kesabaran” (QS. Al-‘Asr [103]: 1-3).
Ayat tersebut setelah menjelaskan pelbagai kebaikan diakhiri dengan
kesabaran. Artinya dalam menjalankan keimanan, beramal saleh, saling
menasehati, semuanya perlu kesabaran, terlebih realita dunia yang sedang
mengalami ujian wabah ini. Kita perlu menggunakan kesadaran agar tetap
dalam anjuran dan aturan pemerintah baik daerah maupun pusat, faktor
terpenting dalam bersabar demikian adalah tidak pernah merasa mengeluh,
meyakini bahwa ujian ini diberikan agar kita mampu tabah dan Allah tidak
akan memberikan sebuah ujian melebihi kapasitas manusia, dan yakinlah
bahwa Allah memberikan ujian kepada kita karena kita semua mampu
menerima demikian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar