Rabu, 20 Mei 2020

UJIAN ADALAH KENISCAYAAN HIDUP "pandemi merubah paradigma psikologi masyarakat"




Wabah pandemi hadir dan telah merubah segalanya, terlebih dalam 
sektor kehidupan warga dan pola sosial masyarakat, banyak anak-anak 
penduduk bumi kesulitan mengakses pendidikan, pemuda kehilangan kerja, 
orang tua sulit mencari nafkah dan masih banyak fenomena memprihatinkan 
yang terjadi di lapisan bumi ini. Jutaan penduduk bumi menjadi korban paparan 
dan tularan pandemi ini dan sekian lama bencana berskala global menyelimuti 
dunia dan siapa yang tahu hal ini akan berakhir, semua ini kembali kepada yang 
Maha Berkehendak mengatur seluruh kehidupan.
Bala’ atau fitnah adalah konsekuensi kehidupan, artinya manusia yang 
hidup di dunia harus mengalaminya. Allah berfirman dalam QS. Al-Mulk [67]
ayat 2: “(Allah) yang menciptakan mati dan hidup supaya dia menguji kalian
siapakah diantara kalian yang lebih baik amalnya. Allah Maha Perkasa lagi
Maha Pengampun”. Lantas pandemi ini merupakan sebuah ujian yang 
diberikan Allah kepada kita agar kita senantiasa meminta perlindungan kepada￾Nya dan melihat sekian banyak korban yang meninggal lantaran pandemi 
menjadi dorongan agar kita berusaha menjaga dari bahaya wabah ini.

Selain ayat di atas, Allah menekankan bahwa: “Sesungguhnya Kami 
benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui (dalam kenyataan) 
orang-orang yang berjihad dan bersabar diantara kamu, dan agar kami 
menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu”. (QS. Muhammad [47]: 31).
Dikala manusia sedang dirundung ujian maka hal yang tepat dilakukan 
adalah berdoa dan bersabarlah. Allah berfirman, “...Dan Allah menyukai orang￾orang yang sabar” (Qs. Ali Imran [3]: 146). Sabar merupakan sikap ‘terbaik’
untuk merespon fenomena yang terjadi belakangan ini serta memohonlah 
kepada Allah dengan sebaik-baik permohonan. Kemudian Alquran 
mengingatkan, “Demi waktu, sesungguhnya (semua) manusia (yang mukallaf yakni yang mendapat beban perintah keagamaan) benar-benar dalam (wadah) 
kerugian (dan kebinasaan besar). Kecuali orang-orang yang beriman 
mengerjakan amal saleh serta saling berwasiat tentang kebenaran dan saling 
berwasiat tentang kesabaran” (QS. Al-‘Asr [103]: 1-3).

Ayat tersebut setelah menjelaskan pelbagai kebaikan diakhiri dengan 
kesabaran. Artinya dalam menjalankan keimanan, beramal saleh, saling 
menasehati, semuanya perlu kesabaran, terlebih realita dunia yang sedang 
mengalami ujian wabah ini. Kita perlu menggunakan kesadaran agar tetap 
dalam anjuran dan aturan pemerintah baik daerah maupun pusat, faktor 
terpenting dalam bersabar demikian adalah tidak pernah merasa mengeluh, 
meyakini bahwa ujian ini diberikan agar kita mampu tabah dan Allah tidak
akan memberikan sebuah ujian melebihi kapasitas manusia, dan yakinlah 
bahwa Allah memberikan ujian kepada kita karena kita semua mampu 
menerima demikian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dasar Menggunakan Editing Photoshop CS3

Adobe Photoshop atau dikenal dengan Photoshop merupakan salah satu software editing foto atau bitmap yang dikembangkan oleh perusahaan Adob...